Ambon - Berita Maluku. Kemajuan suatu daerah, provinsi, kabupaten dan kota, relative ditentukan juga dari kemajuan dan prestasi dunia keolahragaannya.
Namun, banyak kepala daerah yang kurang memedulikan pembinaan dan pemajuan dunia keolahragaan di wilayahnya.
Kondisi miris ini pun terjadi di Maluku di mana pembinaan olahraga sangat memprihatinkan. Hal ini ikut mengundang keprihatinan mendalam Gubernur Maluku Said Assagaff.
’’Nantinya saat pertemuan dengan para bupati dan wali kota saya akan tegaskan dan tekankan hal ini. Bupati dan wali kota harus melihat olahraga sebagai salah satu parameter pembangunan daerah karena kemajuan suatu daerah juga ditentukan kemajuan olahraganya,’’ papar Gubernur dalam sambutannya pada Rapat Anggota XI KONI Maluku di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Sabtu, 21 Februari 2015.
Assagaff menyatakan sejarah prestasi olahraga Indonesia selama ini tak bisa dilepaspisahkan dari kontribusi besar atlet-atlet dan pelatih-pelatih asal Maluku.
’’Atlet-atlet asal Maluku tidak hanya berprestasi di kancah nasional bagi daerah ini, tetapi lebih daripada itu mereka telah berkontribusi besar dan berprestasi bagi keharuman nama Indonesia di pelbagai event olahraga regional dan internasional. Namun, sejalan dengan kenyataan yang berkembang saat ini, justru sangat kontras dengan apa yang telah diraih atlet-atlet kita terdahulu,’’ terangnya.
Diakui Assagaff pembangunan dunia keolahragaan Maluku masih terkendala minimnya sarana dan prasarana serta masih kurangnya dukungan pendanaan dari Pemerintah Daerah.
’’Karena itu, Pemda mendukung rencana pembangunan Kantor KONI Maluku yang baru dan penyiapan infrastruktur yang lain dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Diakui bantuan pendanaan bagi sejumlah atlet, pelatih maupun organisasi yang terkait bidang keolahragaan di Maluku masih sangat terbatas,’’ paparnya.
Namun, ujar Assagaff, kondisi yang dihadapi hendaknya tidak menjadi penghalang utama untuk berprestasi mengingat masih terdapat sejumlah peluang alternatif yang dapat disiasati guna mengatasi kendala dimaksud, seperti menjalin kemitraan dengan dunia usaha.
’’KONI Maluku harus melakukan konsolidasi internal, karena melalui konsolidasi yang dilakukan akan dapat dipersiapkan cabang olahraga yang potensial, sehingga dapat mengharumkan daerah ini. Saya juga berharap pentingnya pemberian stimulan kepada atlet berprestasi, sehingga menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk lebih meningkatkan prestasinya, dan tak ada keinginan pindah ke daerah lain,’’ pungkasnya. (bm12)
Namun, banyak kepala daerah yang kurang memedulikan pembinaan dan pemajuan dunia keolahragaan di wilayahnya.
Kondisi miris ini pun terjadi di Maluku di mana pembinaan olahraga sangat memprihatinkan. Hal ini ikut mengundang keprihatinan mendalam Gubernur Maluku Said Assagaff.
’’Nantinya saat pertemuan dengan para bupati dan wali kota saya akan tegaskan dan tekankan hal ini. Bupati dan wali kota harus melihat olahraga sebagai salah satu parameter pembangunan daerah karena kemajuan suatu daerah juga ditentukan kemajuan olahraganya,’’ papar Gubernur dalam sambutannya pada Rapat Anggota XI KONI Maluku di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Sabtu, 21 Februari 2015.
Assagaff menyatakan sejarah prestasi olahraga Indonesia selama ini tak bisa dilepaspisahkan dari kontribusi besar atlet-atlet dan pelatih-pelatih asal Maluku.
’’Atlet-atlet asal Maluku tidak hanya berprestasi di kancah nasional bagi daerah ini, tetapi lebih daripada itu mereka telah berkontribusi besar dan berprestasi bagi keharuman nama Indonesia di pelbagai event olahraga regional dan internasional. Namun, sejalan dengan kenyataan yang berkembang saat ini, justru sangat kontras dengan apa yang telah diraih atlet-atlet kita terdahulu,’’ terangnya.
Diakui Assagaff pembangunan dunia keolahragaan Maluku masih terkendala minimnya sarana dan prasarana serta masih kurangnya dukungan pendanaan dari Pemerintah Daerah.
’’Karena itu, Pemda mendukung rencana pembangunan Kantor KONI Maluku yang baru dan penyiapan infrastruktur yang lain dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Diakui bantuan pendanaan bagi sejumlah atlet, pelatih maupun organisasi yang terkait bidang keolahragaan di Maluku masih sangat terbatas,’’ paparnya.
Namun, ujar Assagaff, kondisi yang dihadapi hendaknya tidak menjadi penghalang utama untuk berprestasi mengingat masih terdapat sejumlah peluang alternatif yang dapat disiasati guna mengatasi kendala dimaksud, seperti menjalin kemitraan dengan dunia usaha.
’’KONI Maluku harus melakukan konsolidasi internal, karena melalui konsolidasi yang dilakukan akan dapat dipersiapkan cabang olahraga yang potensial, sehingga dapat mengharumkan daerah ini. Saya juga berharap pentingnya pemberian stimulan kepada atlet berprestasi, sehingga menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk lebih meningkatkan prestasinya, dan tak ada keinginan pindah ke daerah lain,’’ pungkasnya. (bm12)

0 komentar:
Posting Komentar