KONI Maluku Tak Izinkan Cabor ’ Wild Card ke PON 2016

Ambon - Berita Maluku. Untuk mengefisiensi anggaran daerah dari pos hibah keolahragaan, KONI Maluku bakal selektif menurunkan cabang olahraga berikut nomor-nomor yang akan dipertandingkan atau diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional XIX-2016 Jawa Barat.

Mengusung ’’Maluku Prestasi’’ sebagai ikon utama, KONI Maluku bertekad setiap cabor yang dikirim berlaga di PON 2016 wajib merengkuh medali, emas, perak atau perunggu. Rapat Anggota XI KONI Maluku, Sabtu, 21 Februari 2015, dengan tegas mengharamkan ’wild card’ (jatah Pengurus Besar) pada PON 2016 nanti.

’’Namanya saja Maluku Prestasi. Otomatis cabor yang dikirim harus yang prioritas unggulan, sehingga kita tidak menoleransi yang namanya wild card. Kita tidak ingin cabor yang ke PON harus mengemis-mengemis di PB terlebih dahulu untuk dapat jatah. Kita inginkan yang lolos PON itu murni masuk 4 hingga 8 besar di kualifikasi PON tahun ini,’’ tegas pengurus Bidang Prestasi KONI Maluku Albertus Fenanlampir, Selasa (24/2/2015).

Mantan Sekum KONI Maluku 2004-2012 ini menyetujui usulan sejumlah kalangan agar ’wild card’ ditiadakan dari daftar kontingen Maluku guna menghemat biaya serta memotivasi pengurus cabor untuk lebih bekerja keras meloloskan atlet-atletnya ke PON Jabar.

’’Prinsipnya kita mendukung usulan agar ’wild card’ tak boleh disertakan ke PON 2016,’’ ungkap Doktor di bidang keolahragaaan ini.

Prinsipnya, terang Fenanlampir, cabor yang berhasil meloloskan atletnya akan diteliti peluang dan kesempatan memperoleh medali minimal perunggu di PON 2016.

’’Bagi cabor yang masih dalam tahap uji coba eksebisi akan diteliti oleh tim kepelatihan terkait peluang dan potensi masa depan cabor tersebut selanjutnya dipertimbangkan KONI Maluku apakah diperkenankan atau tidak untuk diikutsertakan dalam Kejuaraan Nasional,’’ pungkasnya. (bm12/bm01)

Share on Google Plus

About Berita maluku

    Maluku Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar