Ambon - Berita Maluku. Program ’’Maluku Prestasi’’ akan dibahas intens pada saat pelaksanaan Rapat Anggota XI KONI Maluku di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Sabtu, 21 Februari 2015.
Ketua Panitia Pelaksana Rapat Anggota XI KONI Maluku Albert Fenanlampir menyatakan ’’Maluku Prestasi’’ harus dibahas dan ditetapkan para peserta Rapat Anggota karena sangat menentukan prestasi dan ranking Maluku di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Bandung, Jawa Barat (Jabar), September 2016.
’’Maluku Prestasi merupakan starting poin bagi KONI Maluku untuk mencapai prestasi di PON 2016 mendatang,’’ katanya di Kantor KONI Maluku, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (20/2/2015).
Diakui Albert, persiapan KONI Maluku ke PON Jabar sangat terkendala mepetnya waktu kerja pengurus karena tenggat waktu persiapan dan PON lebih kurang 2 tahun. ’’Karena itu, KONI harus benar-benar menyiapkan cabang-cabang prioritas unggulan yang berpotensi merebut medali di PON nanti, seperti tinju, dayung, atletik, karate dan cabor lainnya,’’ ringkasnya.
Meskipun tidak secara gamblang, namun mantan Sekum KONI Maluku 2004/08 dan 2008/12 ini menyetujui usulan sebagian kalangan agar KONI Maluku memending keinginan cabor-cabor berlaga di PON Jawa Barat dengan jatah wild card. ’’Saya setuju jika ada kebijakan itu, namun perlu dibahas lagi di Rapat Anggota KONI,’’ tandasnya.
Albert mengimbau pengurus cabor agar lebih rutin menyiapkan diri menghadapi babak kualifikasi PON pada pertengahan hingga akhir tahun ini sehingga banyak nomor yang lolos ke PON Jabar.
’’Waktu sudah sangat terbatas, sehingga pengprov cabor harus bekerja maksimal untuk menyiapkan atlet-atlet potensial ke kualifikasi PON,’’ kuncinya. (bm01)
Ketua Panitia Pelaksana Rapat Anggota XI KONI Maluku Albert Fenanlampir menyatakan ’’Maluku Prestasi’’ harus dibahas dan ditetapkan para peserta Rapat Anggota karena sangat menentukan prestasi dan ranking Maluku di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Bandung, Jawa Barat (Jabar), September 2016.
’’Maluku Prestasi merupakan starting poin bagi KONI Maluku untuk mencapai prestasi di PON 2016 mendatang,’’ katanya di Kantor KONI Maluku, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (20/2/2015).
Diakui Albert, persiapan KONI Maluku ke PON Jabar sangat terkendala mepetnya waktu kerja pengurus karena tenggat waktu persiapan dan PON lebih kurang 2 tahun. ’’Karena itu, KONI harus benar-benar menyiapkan cabang-cabang prioritas unggulan yang berpotensi merebut medali di PON nanti, seperti tinju, dayung, atletik, karate dan cabor lainnya,’’ ringkasnya.
Meskipun tidak secara gamblang, namun mantan Sekum KONI Maluku 2004/08 dan 2008/12 ini menyetujui usulan sebagian kalangan agar KONI Maluku memending keinginan cabor-cabor berlaga di PON Jawa Barat dengan jatah wild card. ’’Saya setuju jika ada kebijakan itu, namun perlu dibahas lagi di Rapat Anggota KONI,’’ tandasnya.
Albert mengimbau pengurus cabor agar lebih rutin menyiapkan diri menghadapi babak kualifikasi PON pada pertengahan hingga akhir tahun ini sehingga banyak nomor yang lolos ke PON Jabar.
’’Waktu sudah sangat terbatas, sehingga pengprov cabor harus bekerja maksimal untuk menyiapkan atlet-atlet potensial ke kualifikasi PON,’’ kuncinya. (bm01)

0 komentar:
Posting Komentar