![]() |
| La Memo |
Atlet dayung binaan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Maluku ini memang menjadi anak emas pelatih Indonesia asal Belanda itu setelah bakat terpendamnya ditemukan Anos Yermias dan kawan-kawan pada 3 tahun silam di Pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.
’’Kalau atlet-atlet dayung yang lain langsung dikirim ke Singapura untuk menjalani TC jangka pendek, La Memo merupakan satu-satunya atlet yang dipilih pelatihnya (Boudewijn van Opstal) berlatih di Belanda sebelum turun berlomba di SEA Games 2015 dan Kejuaraan Asia lainnya,’’ ungkap Sekretaris Umum Pengprov PODSI Maluku, Anos Yermias di Ambon, Kamis (19/3/2015).
Anos berujar La Memo menjadi atlet kesayangan Meneer van Opstal karena raihan positif anak SBB itu cukup memuaskan di sejumlah event regional dan internasional yang pernah diikutinya dalam 3 tahun terakhir.
’’Bangganya pak Boudewijn (van Opstal) kepada La Memo karena baru 1 bulan dilatih beliau, La Memo langsung berhasil dapat medali perak di kejuaraan Asia di Malaysia dan hal ini sangat jarang dimiliki atlet-atlet Indonesia yang lain,’’ sambung Anos.
Saat ini saja, jelas Anos, La Memo telah meloloskan 2 nomor rowing Maluku ke Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 di Jawa Barat.
’’Kalau di SEA Games nanti La Memo sukses merebut medali, berarti kemungkinan sudah 4 nomor yang berpeluang dapat medali di PON 2016,’’ papar Anos.
Namun, ucap Anos, besar kemungkinan La Memo hanya bisa membela Maluku di PON 2016 karena akan dilatih van Opstal di luar negeri untuk kepentingan jangka panjang.
’’Kalau sampai hal ini terjadi, berarti Maluku akan sangat merugi kehilangan atlet potensial macam La Memo. Tinggal kearifan Pemerintah Provinsi Maluku dan KONI Maluku untuk memperhatikan masa depan La Memo dan atlet-atlet berprestasi lainnya,’’ pungkas Anos mengingatkan. (bm01/rony samloy)

0 komentar:
Posting Komentar