![]() |
| Santos Walalayo |
Seyogianya pemilihan pemain futsal diserahkan ke AFD Maluku dan tidak diberikan kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku, sehingga prosesnya berjalan sesuai kewenangan AFD.
’’Bagi kami apa yang dilakukan Asprov PSSI Maluku dengan memanggil 20 pemain untuk diseleksi menjadi tim futsal Pra PON Maluku sangat keliru dan melampaui kewenangan AFD Maluku. Ini pelecehan terhadap Komite Eksekutif Bidang Futsal Asprov PSSI Maluku ex ofisio Ketua AFD Maluku (Max Pentury),’’ kecam Ketua Umum (Ketum) FPOM Joses Dos Santos Walalayo melalui ponselnya, Selasa (24/3/2015).
Santos mengimbau KONI Maluku segera memediasi persoalan ini karena dikhawatirkan akan berimbas kepada persiapan tim futsal Maluku ke Pra PON akhir tahun ini.
’’KONI Maluku harus memediasi persoalan ini dengan mempertemukan kubu AFD Maluku dan Asprov PSSI Maluku untuk memutuskan masalah yang pada intinya merupakan kewenangan AFD dan bukan diintervensi Asprov PSSI Maluku. Jangan sampai getahnya ditanggung para pemain, padahal ini merupakan kesalahan oknum-oknum tertentu di Asprov PSSI Maluku,’’ tekannya.
Santos menengarai ada oknum tertentu di Asprov PSSI Maluku yang sengaja bermain di air keruh untuk mencari keuntungan dengan maksud memecah bela kepengurusan AFD Maluku masa bakti 2014/18.
’’Jangan karena sudah tak dapat tempat di sepakbola lalu mau mengail lagi di futsal. Dasar tidak tahu diri,’’ timpalnya prihatin. (bm09/bm08)

0 komentar:
Posting Komentar