Ambon - Berita Maluku. ketua Harian KONI Maluku, Tony Pariela mengakui kendala pembinaan dan pencapaian prestasi olahraga optimal juga diakibatkan masih adanya ’isme-isme’ di kalangan pelatih yang masuk kategori senior berdasarkan pengalaman dan bukan hasil perpaduan pengalaman dan tempaan sport science (pengetahuan keolahragaan) yang mumpuni.
’’Kendala kita di Maluku dalam kaitannya dengan kepelatihan adalah adanya isme-isme di kalangan pelatih-pelatih senior yang melatih berdasarkan pengalaman semata. Ada kalimat-kalimat ’Ose sapa? (kamu siapa?), ose tau apa (kamu tahu apa?) dan lain-lain yang menunjukkan kalau pelatih tersebut tidak membuka diri untuk menerima sport science. Jadi sudah saatnya isme-isme ini dihilangkan jika kita ingin maju dan menjadi pelatih yang sarat pengalaman dan punya pengetahuan yang berbobot dalam melatih,’’ anjur Pariela ketika memberikan sambutan dalam Workshop Pelatih Cabang Olahraga Potensial Maluku di Hotel Everbright, Jalan Cendrawasih, Soya Kecil, Kecamatan Sirimau, Ambon, Minggu (22/3/2015).
Pariela tidak memungkiri jika dalam kasus-kasus tertentu ada pelatih yang melatih berdasarkan pengalaman saja sukses menelorkan atlet-atlet berbakat.
Namun, dengan menguasai pengetahuan keolahragaan yang lebih banyak akan menambah dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelatih tersebut dalam memberikan latihan secara berkelanjutan.
’’Selama ini sebagian orang masih menganggap olahraga itu sebagai hobi, padahal jika dikembangkan dengan metode kepelatihan yang modern dan dipadu sport science, olahraga itu akan melahirkan prestasi secara lebih luas. Dan kepelatihan itu sangat erat kaitannya dengan disipilin, sebab tanpa disipilin, usaha pelatih dalam melatih akan sia-sia,’’ tandasnya. (bm01)
’’Kendala kita di Maluku dalam kaitannya dengan kepelatihan adalah adanya isme-isme di kalangan pelatih-pelatih senior yang melatih berdasarkan pengalaman semata. Ada kalimat-kalimat ’Ose sapa? (kamu siapa?), ose tau apa (kamu tahu apa?) dan lain-lain yang menunjukkan kalau pelatih tersebut tidak membuka diri untuk menerima sport science. Jadi sudah saatnya isme-isme ini dihilangkan jika kita ingin maju dan menjadi pelatih yang sarat pengalaman dan punya pengetahuan yang berbobot dalam melatih,’’ anjur Pariela ketika memberikan sambutan dalam Workshop Pelatih Cabang Olahraga Potensial Maluku di Hotel Everbright, Jalan Cendrawasih, Soya Kecil, Kecamatan Sirimau, Ambon, Minggu (22/3/2015).
Pariela tidak memungkiri jika dalam kasus-kasus tertentu ada pelatih yang melatih berdasarkan pengalaman saja sukses menelorkan atlet-atlet berbakat.
Namun, dengan menguasai pengetahuan keolahragaan yang lebih banyak akan menambah dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelatih tersebut dalam memberikan latihan secara berkelanjutan.
’’Selama ini sebagian orang masih menganggap olahraga itu sebagai hobi, padahal jika dikembangkan dengan metode kepelatihan yang modern dan dipadu sport science, olahraga itu akan melahirkan prestasi secara lebih luas. Dan kepelatihan itu sangat erat kaitannya dengan disipilin, sebab tanpa disipilin, usaha pelatih dalam melatih akan sia-sia,’’ tandasnya. (bm01)

0 komentar:
Posting Komentar