Ambon - Berita Maluku. Ofisial Sieda FC Jondri Pirsouw mengimbau Panitia Pelaksana Turnamen Sepakbola Piala Raja Tulehu Tahun 2015 agar tidak memungut biaya kartu kuning maupun kartu merah selama berlangsungnya hingga tuntasnya event tersebut.
Selain itu, dia mengusulkan agar Panpel menyediakan piala, bonus dan sertifikat bagi seluruh tim yang bertanding, termasuk kepada pemain terbaik dan top scorer.
’’Agar turnamen ini semarak, sebaiknya tak boleh ada pengenaan biaya kartu. Maksudnya kartu kuning dan kartu merah tetap diberlakukan sebagaimana lasimnya dalam sebuah pertandingan sepakbola, tapi biayanya (dendanya) nihil,’’ imbau Pirsouw dalam bincang-bincang dengan Berita Maluku di Ambon, Jumat (6/3/2015).
Pada prinsipnya, ujar Pirsouw, dirinya bersama seluruh ofisial tim kontestan mendukung penuh kebijakan Panpel menggelar Piala Raja Tulehu.
’’Turnamen ini sangat penting dan punya makna besar bagi pembinaan sepakbola. Usul kami kalau boleh event ini dilaksanakan terus dari tahun ke tahun dan dijadikan kalender tetap PSSI Maluku,’’ ungkapnya.
Turnamen ini dimanfaatkan sebagai media membangun kebersamaan dan persaudaraan Orang Maluku melalui sepakbola.
’’Kalau boleh dikata, turnamen Raja Tulehu menjadi motivasi bagi raja-raja yang lain di Pulau Ambon untuk melaksanakan event serupa,’’ cetusnya.
Panpel telah menggelar pertemuan teknis dengan tim manajer di Balai Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis sore. (bm01)
Selain itu, dia mengusulkan agar Panpel menyediakan piala, bonus dan sertifikat bagi seluruh tim yang bertanding, termasuk kepada pemain terbaik dan top scorer.
’’Agar turnamen ini semarak, sebaiknya tak boleh ada pengenaan biaya kartu. Maksudnya kartu kuning dan kartu merah tetap diberlakukan sebagaimana lasimnya dalam sebuah pertandingan sepakbola, tapi biayanya (dendanya) nihil,’’ imbau Pirsouw dalam bincang-bincang dengan Berita Maluku di Ambon, Jumat (6/3/2015).
Pada prinsipnya, ujar Pirsouw, dirinya bersama seluruh ofisial tim kontestan mendukung penuh kebijakan Panpel menggelar Piala Raja Tulehu.
’’Turnamen ini sangat penting dan punya makna besar bagi pembinaan sepakbola. Usul kami kalau boleh event ini dilaksanakan terus dari tahun ke tahun dan dijadikan kalender tetap PSSI Maluku,’’ ungkapnya.
Turnamen ini dimanfaatkan sebagai media membangun kebersamaan dan persaudaraan Orang Maluku melalui sepakbola.
’’Kalau boleh dikata, turnamen Raja Tulehu menjadi motivasi bagi raja-raja yang lain di Pulau Ambon untuk melaksanakan event serupa,’’ cetusnya.
Panpel telah menggelar pertemuan teknis dengan tim manajer di Balai Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis sore. (bm01)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar