![]() |
| Albert Fenanlampir |
Adapun ke-9 cabor itu, antara lain dayung, tinju, atletik, anggar, karate, selam, futsal, sepakbola, dan kempo. Itu artinya seluruh cabor yang masuk Pelatda langsung berhak mengirimkan atlet-atletnya ke kualifikasi PON dan PON 2016.
Bagaimana dengan cabor lain yang tak masuk cabor prioritas unggulan? Wakil Ketua II KONI Maluku Albert Fenanlampir menyatakan seluruh cabor yang terdaftar keanggotaannya di KONI Maluku berhak mengikuti kualifikasi PON XIX.
Hanya saja, ujar dia, KONI Maluku tetap mematok kriteria dimana pengurus provinsi cabor terkait masih tergolong sehat secara organisatoris dan sejauh ini masih rutin membina atlet untuk persiapan kejuaraan nasional terdekat sebelum kualifikasi PON XIX.
’’Kita pasang kriteria kalau pengprov cabor itu sehat, tidak bermasalah, belum kedaluarsa, ya tak masalah. Yang tak kalah penting pengprov cabor terkait masih melakukan pembinaan hingga saat ini. Jangan tidak pernah bikin pembinaan lalu datang mengamuk-mengamuk di KONI Maluku untuk meminta anggaran berangkat. Ini kan masalah juga,’’ tegas Albert dalam rapat finalisasi laporan Panpel RAT XI KONI Maluku, Rabu (4/3/2015).
Meski begitu, ujar Albert, sesuai hasil RAT XI KONI Maluku, pelarangan wild card bagi nomor-nomor tak lolos PON telah diputuskan floor sehingga merupakan harga mati yang tak dapat ditawar-tawar lagi.
’’Karena ini Program Maluku Prestasi, tentunya yang ke PON 2016 nanti harus yang berpotensi merebut medali, minimal perunggu,’’ tutup mantan Sekum KONI Maluku 2004/08 dan 2008/12. (bm12/bm01)

0 komentar:
Posting Komentar