Asprov PSSI Maluku Harus Contohi Rekatrik 95’

Ambon - Berita Maluku. Asosiasi Provinsi PSSI Maluku disarankan mencontohi cara kerja anggota Remaja Aktif Kreatif (Rekatrik) 1995 yang sukses menggelar turnamen sepakbola Piala Raja Tulehu I/2015 dengan aman dan lancar.

Kekompakkan dan kebersamaan menjadi modal utama pemain-pemain asal Tulehu angkatan 1995 menggelar turnamen yang baru pertama kali dilaksanakan secara baik, profesional dan mendapat banyak pujian.

Sejauh ini ada satu hingga dua oknum pengurus harian Asprov PSSI Maluku 2013-2017 lebih banyak berlagak sok tahu. Padahal, dalam banyak hal tak mampu mengemas turnamen dengan baik.

Ambil contoh, rencana menggelar Celtic Cup sampai beberapa turnamen lokal tak jadi dilaksanakan karena oknum pengurus Asprov PSSI Maluku mengadopsi cara kerja ’tukang sate’ dan tidak memberikan kepercayaan penuh kepada orang lain.

Ironisnya, orang yang bertugas menangani administrasi tidak tahu harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan cara apa? Sudah kurang berkualitas, tapi bukannya berguru pada orang-orang sejawat yang berpengalaman, malahan mempercayai tokoh sepakbola yang tak layak jadi panutan karena lebih banyak jadi pecundang dan suka overlapping.

Jadinya Asprov PSSI Maluku dikerubuti oknum-oknum yang hanya mencari makan di sepakbola karena tak ada pekerjaan yang jelas alias ’Ali Topan Si Anak Jalanan, begitu judul film lawas yang diperankan artis Papua berdarah Maluku Arie Sihasale.

Cara kerja pemain-pemain Tulehu angkatan 1995 yang menamakan diri Rekatrik 95 menjadi bukti konkret jika apapun turnamennya pasti dapat dilaksanakan asal dengan tekad tulus dan komitmen yang sama, tidak abu-abu seperti yang dilakoni segilintir orang di Asprov PSSI Maluku.

Panpel Piala Raja Tulehu edisi perdana yang diperkuat anak-anak Rekatrik 95 patut diacungi jempol dan harus dicontohi orang-orang yang punya komitmen tulus memajukan sepakbola Maluku. Ada secercah harapan di balik perhelatan Piala Raja Tulehu di mana uang bukan segalanya.

Singkat kata, kepengurusan Asprov PSSI Maluku harus direvisi jika kita masih menanti datangnya hari-hari emas persepakbolaan Maluku. Lawa mena Haulala!. (bm01) 

Share on Google Plus

About Berita maluku

    Maluku Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar