![]() |
| Max Pentury |
Dengan kata lain, sepakbola dan futsal sudah menjadi jati diri dan harga diri orang Maluku.
’’Sepakbola, futsal atau gawang mini dan sejenisnya sudah mendarahdaging dengan orang Maluku. Di Maluku ini orang tutup mata pun bisa dapat pemain-pemain berbakat. Jadi sangat tidak fair, kalau KONI Maluku hanya mengucurkan anggaran untuk futsal, sementara untuk sepakbola konvensial tidak dianggarkan, dan ini kan lucu,’’ kata Pentury saat memimpin rapat perdana AFD Maluku 2014-2018 di Rumah Kopitiam, Jalan Diponegoro, Urimessing, Ambon, Jumat (3/4) petang.
Ayah kandung jawara Indonesia Idol 2010 Igo Pentury mengimbau KONI Maluku agar proporsional memperlakukan sepakbola konvensional dan futsal.
’’Kalau di Papua, mereka punya uang yang banyak, mereka bisa atur wasit dan perangkat pertandingan, dan itu pernah terjadi saat Pra PON sepakbola di Papua tahun 2011. Bayangkan pelatih sepakbola kita sampai masuk angin gara-gara permainan tuan rumah. Di Maluku, anggaran sudah kecil, baru orang yang mengelola anggarannya juga tidak jujur. Ini sebenarnya kendala kita. Tapi, apapun kendalanya saatnya kita untuk harus bisa bangkit dari semua keterpurukan ini,’’ serunya kepada seluruh pengurus AFD Maluku yang baru.
Pentury menjelaskan secara vertikal, AFD sangat otonom, namun dari sisi teknis, AFD masih di bawah kewenangan Asosiasi Provinsi PSSI karena ada Komite Eksekutif yang membidangi futsal.
’’Khusus menyangkut tim futsal Pra PON Maluku, pengendali kegiatannya diberikan kepada AFD Maluku. Memang, ada oknum tertentu di KONI Maluku yang bermain (baca:overlapping), sehingga muncul polemik akhir-akhir ini. Tapi, kita akan tegaskan kalau tim futsal merupakan kewenangan AFD Maluku,’’ tegasnya.
Dia meyakini hanya dengan komitmen tulus dan kekompakkan, futsal Maluku akan berprestasi dan disegani di kancah nasional maupun internasional. Tapi, tanggung jawab itu diletakkan di pundak seluruh pengurus AFD Maluku yang baru terbentuk.
’’Tanggung jawab pengembangan dan prestasi futsal Maluku tidak hanya terletak di pundak saya sebagai ketua, pak Edy sebagai Sekjen, tapi menjadi tanggung jawab kita semua,’’ kunci anggota DPRD Maluku 2014-2019. (bm12/bm01)

0 komentar:
Posting Komentar