
Selain itu, sejumlah kawasan, seperti tanah di atasnya pernah berdiri rumah kopi Tempo Doeloe, kawasan Tanah Lapang Kecil (Talake) dan lokasi lain di pusat kota dapat dimanfaatkan profesional dan terpadu sebagai lokasi alternatif bagi pelaksanaan event-event futsal berskala lokal, regional hingga nasional.
’’Pemerintah Kota Ambon perlu mempertimbangkan usulan masyarakat pencinta futsal di kota ini untuk menjadikan bekas toko buku Gramedia di Lantai IV Amplaz sebagai lapangan futsal bertaraf nasional, karena keberadaan HKFC Tantui tampaknya belum mampu menjawab semakin tingginya animo masyarakat akan permainan futsal dari waktu ke waktu,’’ jelas Koordinator Komunitas Pemerhati Olahraga Maluku (KPOM), Abdul Fattah Nur kepada Berita Maluku di Café Barista Ambon, Jumat (1/5/2015).
Dia menyatakan dari waktu ke waktu animo masyarakat untuk mencintai futsal sangat tinggi, namun tak dibarengi penyiapan sarana dan prasarana pendukung yang memadai dan representative oleh Pemkot Ambon.
Padahal, jika Pemkot Ambon memiliki konsep pengembangan olahraga yang jelas, banyak lahan kosong maupun gedung-gedung berlantai yang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai lapangan futsal alternative untuk menampung kebutuhan pencinta futsal maupun pemain-pemain futsal di kawasan Sirimau dan Nusaniwe. Dua kawasan ini termasuk kawasan ramai penduduk di Kota Ambon.
’’Selama ini yang menjadi staf ahli Pemkot hanya orang-orang yang paham politik, tapi mereka semua miskin konsep pengembangan Kota Ambon dari pendekatan pembinaan olahraga. Boleh dibilang staf ahli Pemkot miskin inovasi maupun tidak kreatif membaca kebutuhan masyarakat terkait kemajuan futsal di wilayah ini,’’ tuturnya.
Abdul menjelaskan orang Maluku memiliki bakat luar biasa di bidang olahraga, selain seni, karena sejak lahir telah dibentuk alam.
’’Orang Maluku ini ibarat batu akik yang hanya tinggal diolah saja. Mereka kekar dan alam sangat membentuk mereka. Benar kata orang kalau mau cari atlet-atlet potensial di Maluku tidak susah, hanya tutup mata. Tapi, kendalanya pemerintah daerah kurang peduli memajukan olahraga, padahal tren kemajuan suatu kota atau daerah juga ditentukan kemajuan dunia olahraganya. Sebenarnya tidak sulit kok, hanya Pemkot Ambon masih tertidur pulas, tiba masa, tiba akal,’’ kritik pria Dayak-Sunda yang peduli olahraga Maluku ini. (bm12)
0 komentar:
Posting Komentar