![]() |
| Kamarudin Bolat |
Menyusul kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku membentuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada beberapa bulan silam, sudah seyogianya kebijakan itu diimbangi dengan kucuran anggaran memadai terkait pembinaan cabor-cabor potensial daerah seperti tinju, atletik, dayung, dan sepakbola.
’’Sebagai instansi teknis yang membidani olahraga, mestinya Dispora diberikan porsi lebih leluasa dalam kaitan dengan pembinaan cabor-cabor unggulan daerah. Anggaran pembinaan sudah harus dikelola langsung Dispora Maluku agar tidak membawa keresahan berkepanjangan di antara pengurus cabor terkait,’’ imbau pemerhati olahraga lokal, Kamarudin Bolat, kepada Berita Maluku di Ambon, Kamis (19/3/2015).
Menurut dia, Pemprov dan DPRD Maluku mesti memfokuskan gelontoran anggaran pembinaan cabor-cabor potensial daerah untuk dikelola Dispora karena terkait keberlanjutan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang ditangani Dispora.
’’Kalau anggaran pembinaan masih tetap dikasih ke KONI Maluku, pasti pengprov cabor akan gelisah, karena anggaran sebesar Rp 50 juta setiap tahun untuk cabor potensial sangat tidak rasional. Selain itu, proses memperoleh anggaran pembinaan di KONI Maluku juga bersifat birokratif sehingga memusingkan pengurus cabor. Jadi agar tidak memicu kontroversi sebaiknya dikasih saja anggaran pembinaan cabor potensial ke Dispora Maluku karena terkait pembinaan atlet di masing-masing PPLP,’’ serunya. (bm01/bm12)

0 komentar:
Posting Komentar