Ambon - Berita Maluku. Turnamen catur perebutan Piala Bupati Seram Bagian Timur tahun 2015 di Bula, pekan lalu, merobek-robek bendera fairplay dan sportivitas serta tidak berkualitas dari aspek kepesertaan dan penentuan para juara.
’’Turnamen catur Piala Bupati SBT sangat tidak profesional dan memalukan Ketum Percasi Maluku (Thomy Pentury) yang membuka event tersebut,’’ tutur Ketua Umum (Ketum) Forum Penyelamat Olahraga Maluku (FPOM) Joses Dos Santos Walalayo kepada Berita Maluku via ponselnya, Selasa (17/3/2015).
Turnamen itu, tandas Walalayo, tak lebih dari kejuaraan antarkampung yang teraneh di dunia.
’’Di dunia mana saja tidak pernah dalam sebuah pertandingan resmi ada wasit merangkap kapasitas sebagai atlet, tapi di turnamen catur Piala Bupati SBT kebanyakan wasit terlibat sebagai pecatur dan menjadi juara dalam event tersebut. Turnamen itu sangat tidak bermutu dan sangat aneh di dunia,’’ herannya.
Yang lebih mengherankan, lanjut dia, meski Panpel menyediakan perangkat komputerisasi untuk melancarkan sistem penilaian, namun wasit menggunakan cara manual dalam penentuan juara.
’’Ke depan yang kami harapkan turnamen semacam itu ditiadakan saja karena memalukan Percasi Maluku,’’ tutupnya. (bm01)
’’Turnamen catur Piala Bupati SBT sangat tidak profesional dan memalukan Ketum Percasi Maluku (Thomy Pentury) yang membuka event tersebut,’’ tutur Ketua Umum (Ketum) Forum Penyelamat Olahraga Maluku (FPOM) Joses Dos Santos Walalayo kepada Berita Maluku via ponselnya, Selasa (17/3/2015).
Turnamen itu, tandas Walalayo, tak lebih dari kejuaraan antarkampung yang teraneh di dunia.
’’Di dunia mana saja tidak pernah dalam sebuah pertandingan resmi ada wasit merangkap kapasitas sebagai atlet, tapi di turnamen catur Piala Bupati SBT kebanyakan wasit terlibat sebagai pecatur dan menjadi juara dalam event tersebut. Turnamen itu sangat tidak bermutu dan sangat aneh di dunia,’’ herannya.
Yang lebih mengherankan, lanjut dia, meski Panpel menyediakan perangkat komputerisasi untuk melancarkan sistem penilaian, namun wasit menggunakan cara manual dalam penentuan juara.
’’Ke depan yang kami harapkan turnamen semacam itu ditiadakan saja karena memalukan Percasi Maluku,’’ tutupnya. (bm01)

0 komentar:
Posting Komentar