Ambon - Berita Maluku. Tim bayangan Futsal Pra PON XIX/2015 Maluku dinilai tidak mencerminkan unsur kewilayahan Maluku yang terdiri dari 11 kabupaten dan kota.
Dari 12 nama yang disodorkan Asosiasi Provinsi PSSI Maluku ke Satuan Tugas (Satgas) KONI Maluku, mayoritas diperkuat pemain-pemain yang memperkuat Kota Ambon di Popmal III, 21-27 November 2014 silam.
Dari Maluku Tengah hanya terselip satu pemain, Risaldi Tawainella, sisanya dari Kota Ambon. Sudah begitu ditengarai terdapat lebih kurang dua pemain yang memalsukan usia.
Komite Eksekutif Bidang Kompetisi, Turnamen dan Tim Daerah Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Maluku Asmin Matdoan menyayangkan pembentukkan tim bayangan Pra PON Futsal Maluku yang tak mengakomodasi kepentingan seluruh potensi di Maluku.
’’Saya mendukung langkah AFD Maluku untuk melayangkan mosi tak percaya ke KONI Maluku terkait tim bayangan Futsal Pra PON Maluku. Berikutnya tim yang dibentuk tidak memenuhi unsur kewilayahan Maluku, sehingga perlu dibubarkan dan direkrut yang baru sesuai kewenangan yang diberikan ke AFD Maluku,’’ tekan Asmin Matdoan kepada Berita Maluku via ponselnya, Kamis (9/4/2015).
Asmin berharap KONI Maluku lebih responsive dan bijak untuk memediasi seluruh kepentingan terkait pembentukkan tim futsal Pra PON Maluku karena tim yang dibentuk tidak mengakomodasi kepentingan seluruh anak negeri Maluku.
’’Kalau ini tim Maluku berarti pemain-pemain yang diseleksi harus dari seluruh Maluku. Jangan bentuk tim secara diam-diam lalu ambil pemain di Ambon saja. Itu tidal fair. Daripada pembentukkan tim ini memicu kontroversi lebih baik ditinjau kembali, bahkan dibubarkan,’’ desak Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon. (bm12/bm01)
Dari 12 nama yang disodorkan Asosiasi Provinsi PSSI Maluku ke Satuan Tugas (Satgas) KONI Maluku, mayoritas diperkuat pemain-pemain yang memperkuat Kota Ambon di Popmal III, 21-27 November 2014 silam.
Dari Maluku Tengah hanya terselip satu pemain, Risaldi Tawainella, sisanya dari Kota Ambon. Sudah begitu ditengarai terdapat lebih kurang dua pemain yang memalsukan usia.
Komite Eksekutif Bidang Kompetisi, Turnamen dan Tim Daerah Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Maluku Asmin Matdoan menyayangkan pembentukkan tim bayangan Pra PON Futsal Maluku yang tak mengakomodasi kepentingan seluruh potensi di Maluku.
’’Saya mendukung langkah AFD Maluku untuk melayangkan mosi tak percaya ke KONI Maluku terkait tim bayangan Futsal Pra PON Maluku. Berikutnya tim yang dibentuk tidak memenuhi unsur kewilayahan Maluku, sehingga perlu dibubarkan dan direkrut yang baru sesuai kewenangan yang diberikan ke AFD Maluku,’’ tekan Asmin Matdoan kepada Berita Maluku via ponselnya, Kamis (9/4/2015).
Asmin berharap KONI Maluku lebih responsive dan bijak untuk memediasi seluruh kepentingan terkait pembentukkan tim futsal Pra PON Maluku karena tim yang dibentuk tidak mengakomodasi kepentingan seluruh anak negeri Maluku.
’’Kalau ini tim Maluku berarti pemain-pemain yang diseleksi harus dari seluruh Maluku. Jangan bentuk tim secara diam-diam lalu ambil pemain di Ambon saja. Itu tidal fair. Daripada pembentukkan tim ini memicu kontroversi lebih baik ditinjau kembali, bahkan dibubarkan,’’ desak Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon. (bm12/bm01)

0 komentar:
Posting Komentar