![]() |
| Kamaruddin Bolat |
Selain itu, penjegalan pengutusan tim futsal ke Pra PON 2015 juga dimaksudkan agar tidak membuang-buang anggaran daerah.
’’Daripada baku malawang seng ada ujung pohon, bubarkan saja tim bayangan futsal Pra PON Maluku atau KONI Maluku seng usah kirim tim futsal ke Pra PON,’’ tekan Wakil Ketua FPOM Kamarudin Bolat kepada Berita Maluku via ponselnya, Kamis (9/4) petang.
Kamarudin menuturkan sesuai pengalaman selama ini, tim sepakbola Maluku acapkali mengalami musibah dan gagal menjadi juara karena di dalam tubuh tim terdapat silang pendapat yang tak dapat dituntaskan sebelum keberangkatan ke negeri orang.
’’Ini yang kami takutkan karena selama ini gara-gara di dalam tim tidak kompak, lalu tim Maluku secara umum yang jadi tumbalnya. Ini catatan kritis untuk KONI Maluku sebelum pengiriman tim Maluku ke Pra PON,’’ paparnya mengingatkan.
Pembentukkan tim bayangan futsal Pra PON Maluku, lanjut dia, juga memicu persoalan karena saling ngotot antara oknum pengurus harian Asprov PSSI Maluku dengan pengurus harian AFD Maluku tentang pihak mana yang lebih berkompeten menangani tim futsal Pra PON Maluku.
’’Daripada saling mempertahankan ego soal kewenangan lebih baik batalkan saja pengiriman futsal ke Pra PON agar tidak membuang-buang uang daerah dan tidak menyesal di kemudian hari,’’ sarannya.
Aliansi Masyarakat Peduli Dunia Olahraga Maluku (AMPDOM) juga berpandangan serupa dengan FPOM.
’’Atas nama masyarakat olahraga di daerah ini kami setuju dengan wacana pembatalan pengiriman tim futsal ke Pra PON maupun PON 2016 Jawa Barat. Jika usulan itu yang terbaik, harus diperhatikan KONI Maluku dong,’’ seru Wakil Ketua AMPDOM Domi Alexander Latupeirissa.
Ia mengimbau pengurus harian KONI Maluku lebih proporsional dan profesional menangani kemelut pembentukkan tim futsal Pra PON Maluku.
’’Kami tidak ingin menyalahkan siapa siapa atau membenarkan siapa-siapa dalam kisruh ini. Harapan kami kepada KONI Maluku adalah dapat memediasi kemelut kewenangan antara Asprov PSSI Maluku dengan AFD Maluku sehingga kekisruhan menyangkut tim futsal Pra PON Maluku tidak berlarut-larut dan segera ditangani dengan baik,’’ anjur mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Ambon ini.
BANTAH TIM SILUMAN
Sebelumnya Exco Asprov PSSI Maluku Jusuf Leiwakabessy menampik desas desus yang menilai tim bayangan futsal Pra PON Maluku ilegal alias tidak sah.
’’Pertama saya ingin tegaskan kalau jabatan guru besar di kampus tak ada kaitannya dengan futsal atau olahraga, dan menjadi guru besar itu tidak mudah. Saudara harus catat ini. Berikutnya menyangkut tim bayangan futsal Pra PON Maluku itu masih menjadi kewenangan Asprov PSSI Maluku bukan AFD Maluku,’’ kelitnya.
Leiwakabessy juga menampik kabar yang menuding tim futsal Pra PON Maluku adalah tim siluman karena dibentuk tanpa melalui hasil konsultasi rutin dengan pengurus harian AFD Maluku.
’’Saya tidak setuju dengan sebutan tim siluman, sebab nama-nama pemain yang dipanggil dilakukan Asprov PSSI Maluku dan itu sah sesuai organisasi,’’ tampik Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Maluku 2013-2017. (bm12/bm09/bm01)

0 komentar:
Posting Komentar